KABAR INDONESIA RAYA

KABAR INDONESIA RAYA
Bandung

Announcement:

This is a Testing Annocement. I don't have Much to Say. This is a Place for a Short Product Annocement

Blogroll

Imam Supriadi Bersiap Unggah Video Kasus Baru Ahok

BETAKO PS "MERPATI PUTIH"

BETAKO PS "MERPATI PUTIH"
Pelatihan Dasar Bagi Anak-Anak

Kamis, 31 Juli 2014

Daftar Nama Tempat Wisata di Wonosobo yang Indah


Nah, bagi anda yang berencana untuk berlibur ke daerah Wonosobo, Jawa Tengah, ada baiknya anda menyimak ulasan kami mengenai tempat wisata menarik yang ada di Wonosobo berikut ini:

Tempat Wisata di Wonosobo


Dataran Tinggi Dieng

Tempat Wisata di Wonosobo yang Indah

Dataran tinggi dieng merupakan sebuah dataran yang berada pada ketinggian 2.000 meter diatas permukaan laut. Lokasinya berada di perbatasan antara kabupaten Wonosobo dengan Banjarnegara. Sekitar 30 Kilo meter dari pusat kota Wonosobo. Di dalam objek wisata ini anda dapat menjumpai beberapa candi kecil dengan arsitektur khas Hindu. Selain itu anda juga dapat mengunjungi Dieng Plateau Theater yang merupakan pusat Informasi mengenai segala kejadian alam yang terjadi di dataran tinggi Dieng dan sekitarnya. Bioskop ini memiliki kapasitas 100 kursi dengan dihiasi taman yang indah serta memberikan kenyamanan bagi anda untuk melepas lelah sambil menikmati indahnya panorama alam pegunungan disana.


Nama Dieng diambil dari bahasa sanskerta “Di” (Tempat tinggi) dan “Hyang” (Dewa dan dewi) jadi bila diartikan secara harfiah Dieng merupakan sebuah tempat tinggi bagi para dewa dan dewi. Wajar saja bila dikatakan demikian, karena dataran tinggi Dieng memang sebuah objek wisata yang emiliki berbagai keunikan dan keindahan layaknya negeri di atas awan  dengan suasana yang sejuk, nyaman, dan asri serta seringkali diselimuti kabut tebal yang menyajikan pemandangan menakjubkan.
Berwisata ke dataran tinggi dieng akan memberikan anda pengalaman yang menakjubkan. Selain dapat menikmati kekayaan dan keindahan alam yang mempesona, andajuga dapat menjumpai kehidupan masyarakat disana yang ramah dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan.

Telaga Warna Dieng

Telaga Warna dieng adalah salah sau lokasi wisata alam di Wonosobo yang terletak sekitar 25 km dari pusat kota Wonosobo. Nama dari telaga ini diambil oleh sebab warna air yang dapat berubah-ubah. Kadangkala air di danau ini berwarna hijau, di lain kesempatan dapat menjadi kuning dan bahkan dapat berwarna-warni layaknya pelangi. Kejadian unik tersebut dikarenakan adanya kandungan sulfur yang cukup tinggi di dalam air telaga tersebut.

Tempat Wisata di Wonosobo yang Indah
Perjalanan anda menuju dataran tinggi dieng tidak lengkap rasanya bila belum menyambangi telaga yang indah nan elok ini. Harmonisasi keindahan pesona alam serta kondisi udara yang sejuk dan menyegarkan membuat objek wisata yang satu ini begitu menggoda untuk dikunjungi. Berlokasi dekat dengan Telaga Warna, anda juga dapat berkunjung ke beberapa lokasi menarik lainnya seperti Goa Semar, Goa jaran, Telaga Pengilon, serta Kawah Sikendang. Untuk sampai ke Telaga warna, anda dapat mengendarai bus dari Yogyakarta, sesampainya di dieng anda dapat menyewa jasa ojek menuju telaga ini. Bila ingin menginap, anda dapat menemukan beberapa lokasi homestay yang ada di sekitaran dieng.

Goa Jaran

Goa Jaran atau dalam bahasa Indonesiaberarti Goa Kuda merupakan sebuah Goa yang berada di kawawan dataran tinggi dieng. goa ini memiliki keunikan karena bentuk mulut goa yang menyerupai bentuk seperti kuda. Goa ini memiliki aura mistis yang cukup kuat. terbuktidengan banyaknya orang yang berdatangan untuk mencari wangsit dan bertapa. namun bagi anda yang tidak berminat dengan hal-hal yang bersifat mistis, anda dapat mengunjungi goa ini hanya untuk berfoto atau mengamati keindahan bentukan alam yang ada disana.

Goa Semar

Tempat Wisata di Wonosobo yang Indah

Goa semar juga terletak di kawasan dataran tinggi dieng. goa ini seringkali dijuluki sebagai goa sang pamomong. disebut demikian bukanlah tanpa alasan. goa ini memang sering dijadikan sebagai tempat bersemedi oleh beberapa tokoh penting seperti Soekarno dan Soeharto. Kebanyakan Goa yang ada di dieng memang masih digunakan sebagai lokasi untuk bersemedi dan bertapa. goa dipercaya sebagai salah satu media alternatif yang digunakan oleh beberapa orang sebagai tempat menyampaikan segala keluh kesah diri kepada Yang Maha Kuasa. dengan segala misteri yang ada, goa ini juga menjadi salah satutempat wisata di Wonosobo yang sering dikunjungi wisatawan.

Kawah Sikidang

Tempat Wisata di Wonosobo yang Indah


Masih di kawasan Dieng, anda dapat mengunjungi sebuah fenomena alam berupa kawah yang diberi nama kawah Si Kidang. Nama tersebut diambil karena dikawasan ini terdapat kawah yang melompat-lompat layaknya seekor kijang. semburan air panas yang tak kunjung henti berkombinasi dengan asap mengepul menjadikan sebuah pemandangan yang menarik. Karena beberapa keunikan yang ada di dalamnya, kawasan ini juga seringkalidi sebut sebagai cincin api yang menakjubkan.


Bila anda sedang mendambakan suasana yang damai tanpa harus terganggu oleh kebisingan dan hiruk pikuk kehidupan kota, berliburlah ke tempat-tempat wisata di Wonosobo seperti yang telah kami uraikandi atas. Happy ravelling!!!

SBY Optimistis Situasi Mudik 2014 Berjalan Lancar

Kendala pasti timbul mengingat mudik adalah ritual tahunan.

Kamis, 31 Juli 2014, 14:31
Suasan arus mudik
Suasan arus mudik(VIVAnews/Ahmad Rizaluddin)
VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan  pelayanan dan pengamanan mudik lebaran tahun ini berjalan lancar. Hingga saat ini tidak ada masalah yang menonjol dihadapi pemerintah dalam pelaksanaannya.

Di kediamannya, Puri Cikeas, Kamis 31 Juni 2014, Presiden mengungkapkan, saat ini Kapolri, Sutarman sedang meninjau langsung pelaksanaan arus balik yang dilakukan. Dirinya mengaku telah mendapatkan informasi terbaru mengenai hal tersebut.

"Alhamdulilah hingga saat ini pada prinsipnya mudik lebaran dapat dikelola dengan baik, tidak ada sesuatu yang sangat menonjol dalam arti buruk," ujarnya.

Dirinya mengakui kendala dan permasalahan pasti timbul dalam pelaksanaan ritual tahunan tersebut. Mengingat hanya di Indonesia setiap tahunnya harus mengelola pergerakan masyarakatnya sebanyak 30 juta lebih dalam satu waktu.

"Tentu ada masalah dan terus dicarikan soilusinya dan diselesaikan," tambahnya.

Karena itu menurutnya hal ini merupakan salah satu fokus utama yang harus diperhatikan setiap presiden Indonesia. Sehingga masyarakat yang melakukan ritual mudik ini dapat terakomodir dengan baik.

Sebelumnya, Ketua Umum Organda, Eka Sari Lorean memprediksi ada sekitar 18,4 juta pemudik tahun ini. Angka ini naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 17,5 juta. Porsi terbesar tetap dipegang oleh angkutan jalan raya dengan 5,8 juta pemudik, diikuti angkutan sungai dan penyeberangan (3,5 juta), dan angkutan kereta api (3,4 juta). (ren)


© VIVA.co.id

Arus Balik, Jalur Alternatif Selatan Yogya Dipadati Pemudik

Mobil berpelat B, R, D, dan BE sudah terlihat beriringan.

ddd
Kamis, 31 Juli 2014, 18:24, 
Arus mudik - Jalan Oto Iskandar Dinata arah Bandung padat merayap.
Arus mudik - Jalan Oto Iskandar Dinata arah Bandung padat merayap.(VIVAnews/Diki Hidayat)

VIVAnews - Arus balik menuju Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta sudah tampak, Kamis sore 31 Juli 2014.

Seperti di jalur alternatif selatan Yogyakarta, tepatnya di Jalan Srandakan-Toyan, Kabupaten Kulonprogo kendaraan roda empat berpelat nomor polisi B, D, R, BE mulai melintas beriringan.

Agus Santosa, warga yang tinggal di Jalan Srandakan mengatakan, banyak kendaraan luar kota melewati Jalan Srandakan dengan tujuan obyek wisata pantai, beberapa hari lalu. Namun, hari ini, para pemudik mulai melakukan perjalanan pulang.
"Kendaraan pribadi terlihat membawa barang yang ditempatkan di atas kap mobil, pertanda akan melakukan perjalanan jauh," katanya. Pemudik melalui jalur alternatif Jalan Srandakan lantaran menghindari kemacetan akibat rusaknya Jembatan Comal di Jawa Tengah.
"Dari Jalan Srandakan ini, pemudik akan sampai ke Kabupaten Kulonprogo dan meneruskan perjalanan melalui Jalan Deandeles yang kini relatif lebih mulus menuju arah Jawa Barat atau DKI," bebernya.

Arus balik Lebaran yang melewati jalur alternatif selatan Yogyakarta juga terlihat dari banyaknya mobil luar kota yang berhenti di SPBU yang ada di sepanjang Jalan Srandakan untuk sekedar istirahat ataupun mengisi bahan bakar minyak.

"Dari siang tadi sudah banyak pemudik yang istirahat atau mengisi BBM di SPBU ini," kata Latief, salah seorang karyawan SPBU di Jalan Srandakan.

Jembatan Cibaruyan bisa dilintasi

Sementara itu, jembatan darurat Cibaruyan di Ciamis, Jawa Barat yang ambrol beberapa waktu lalu, kini sudah dapat dilewati para pemudik yang akan pulang.

Meski dapat dilalui, para pemudik diminta berhati-hati lantaran jembatan tidak dalam kondisi prima. Jembatan tersebut masih dilapisi papan kayu berukuran besar, meski kesemua ujungnya dibor dan diberi paku beton.

"Untuk sementara jembatan sudah difungsikan. Namun, tak semua kendaraan dapat melintas, hanya kendaraan kecil saja yang bisa melintas," terang Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Witnu Urip Laksana, Kamis 31 Juli 2014.

Meski sudah dilewati kendaraan, sejumlah perbaikan pun masih terus dilakukan. Hal ini dilakukan agar jembatan itu dapat sepenuhnya bisa dilalui semua jenis kendaraan.

"Kalau tidak diupayakan perbaikan darurat, maka papan bisa bergeser, dan bisa membuat kendaraan selip ataupun terpeleset," terangnya.

Untuk memecah kepadatan, pihaknya juga mengaku membagi arus lalu lintas ke arah Tasikmalaya.
(Laporan: Juna Sanbawa dan Junjun Budiawan)

Senin, 21 Juli 2014

Seorang pria Arab menegur wanita Cina yang melecehkan Qur'an di Malaysia.

 














Maulana Habib Hasan menambahkan 3 foto baru.
MH17 belum reda, pelecehan Qur'an guncang Malaysia

AMPANG (Arrahmah.com) – Saat ini, di tengah pemberitaan jatuhnya MH17, Malaysia juga tengah diguncang peristiwa warga etnis Cina yang dipergoki mengenakan pakaian bertuliskan ayat-ayat Al-Qur’an di pasaraya Hero Taman Dagang, Ampang, Malaysia, seperti yang dibagikan The Patriots, salah satu komunitas heterogen pencipta perdamaian melalui akun resminya di Facebook pada Sabtu (19/7/2014).
KURANG AJAR WANITA CINA INI...
MARI KITA SAMPAIKAN PROTES DIMANA ASAL KEJADIAN ITU
KITA MINTA PEMERINTAH MALAYSIA MENANGKAP DAN MENGADILI WANITA BRENGSEK DAN KURANG AJAR ITU
SEMOGA ALLAH CEPAT MENGAZABNYA...NAUDZUBILLAHIMINDZALI1
SELIDIKI JUGA PABRIK ATAU PENJUAL DAN PERANCANG BUSANANYA..

Maulana Habib Hasan menambahkan 3 foto baru.
MH17 belum reda, pelecehan Qur'an guncang Malaysia

Seorang pria Arab menegur wanita Cina yang melecehkan Qur'an di Malaysia.

AMPANG (Arrahmah.com) – Saat ini, di tengah pemberitaan jatuhnya MH17, Malaysia juga tengah diguncang peristiwa warga etnis Cina yang dipergoki mengenakan pakaian bertuliskan ayat-ayat Al-Qur’an di pasaraya Hero Taman Dagang, Ampang, Malaysia, seperti yang dibagikan The Patriots, salah satu komunitas heterogen pencipta perdamaian melalui akun resminya di Facebook pada Sabtu (19/7/2014).

Pada publikasi tersebut, juga nampak wanita Cina tersebut tengah ditegur oleh seorang pria Arab. Ia nampak sangat marah, karena tersinggung Al-Qur’an dilecehkan wanita itu. Namun, pelaku pelecehan seolah tidak mengindahkan teguran itu, saat si wanita dimintai berfoto, dia memasang senyum tanpa merasa berdosa, seperti yang tertera pada gambar si wanita, lapor The Patriots.

Kepada Polisi Kerajaan Malaysia, komunitas The Patriots menghimbau agar mengambil tindakan hukum atas insiden pelecehan Qur’an tersebut. Sementara, kepada pengguna Facebook secara umum, mereka mengajak agar “menyebarkan apa yang sedang terjadi, semoga menjadi pelajaran buat kita.”

Sementara, “kepada rakan-rakan non-Islam yang lain, ketahuilah bahwa bagi kami umat Islam, ayat suci Al-Quran adalah dilarang sama sekali berada di tempat-tempat seperti lantai, bahkan mesti diletakkan di tempat tertinggi, apatah dipakaikan di badan,” demikian tegas The Patriots.

Oleh karena itu, insiden ini menunjukkan bahwa penting sekali penyebaran informasi terkait adab yang harus dilakukan masyarakat muslim dan non-muslim secara luas, baik melalui penyuluhan atau dalam bentuk iklan layanan masyarakat. Sungguh indah jika semua masyarakat dapat saling menghormati dilandasi dengan ilmu yang memadai. Demikian, seperti yang dicita-citakan the Patriots sesuai dengan 9 Pasal dalam Wawasan 2020 Malaysia.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polisi Kerajaan Malaysia. (adibahasan/arrahmah.com)

Pada publikasi tersebut, juga nampak wanita Cina tersebut tengah ditegur oleh seorang pria Arab. Ia nampak sangat marah, karena tersinggung Al-Qur’an dilecehkan wanita itu. Namun, pelaku pelecehan seolah tidak mengindahkan teguran itu, saat si wanita dimintai berfoto, dia memasang senyum tanpa merasa berdosa, seperti yang tertera pada gambar si wanita, lapor The Patriots.

Kepada Polisi Kerajaan Malaysia, komunitas The Patriots menghimbau agar mengambil tindakan hukum atas insiden pelecehan Qur’an tersebut. Sementara, kepada pengguna Facebook secara umum, mereka mengajak agar “menyebarkan apa yang sedang terjadi, semoga menjadi pelajaran buat kita.”

Sementara, “kepada rakan-rakan non-Islam yang lain, ketahuilah bahwa bagi kami umat Islam, ayat suci Al-Quran adalah dilarang sama sekali berada di tempat-tempat seperti lantai, bahkan mesti diletakkan di tempat tertinggi, apatah dipakaikan di badan,” demikian tegas The Patriots.

Oleh karena itu, insiden ini menunjukkan bahwa penting sekali penyebaran informasi terkait adab yang harus dilakukan masyarakat muslim dan non-muslim secara luas, baik melalui penyuluhan atau dalam bentuk iklan layanan masyarakat. Sungguh indah jika semua masyarakat dapat saling menghormati dilandasi dengan ilmu yang memadai. Demikian, seperti yang dicita-citakan the Patriots sesuai dengan 9 Pasal dalam Wawasan 2020 Malaysia.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polisi Kerajaan Malaysia. (adibahasan/arrahmah.com)

Rabu, 16 Juli 2014

Kelengkapan Data Korupsi Jokowi Besok Diserahkan

Posted by KabarNet pada 16/07/2014


Jakarta – KabarNet: Konsultan IT Jokowi Widodo saat menjabat Walikota Solo, Wahyu Nugroho dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Surakarta, Ali Usman, besok berencana kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka akan menyampaikan surat bukti penunjukan Wahyu Nugroho sebagai konsultan Jokowi melalui Dinas Pendidikan Surakarta.

Kamis, 10 Juli 2014

SURAT TERBUKA UNTUK MEGAWATI DAN JOKO WIDODO

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Rahmat dan hidayah Allah semoga tercurah kepada anda berdua
Sengaja saya tuliskan PESAN ini kehadapan kalian, mengingat hasil Pemilihan Presiden yang mengacu pada Hitung Cepat yang kalian KLAIM sebagai KEMENANGAN KALIAN.
Terlepas dari itu semua, saya mencermati dan mengikuti perkembangan bahwasanya KALIAN apabila MENANG ATAU KALAH akan membuat KERIBUTAN. Jika menang kalian akan JUMAWA dan berniat untuk mengganyang atau melibas KUBU PRABOWO beserta PARA PENDUKUNGNYA. Namun JIKA KALAH, KALIAN AKAN MELAKUKAN PROTES DIIKUTI DENGAN PEMBERONTAKAN. Sadarkah kalian jika hal ini menjadi TUJUAN KALIAN DALAM BERDEMOKRASI, maka RAKYAT INDONESIA yang kalian korbankan. NAFSU DAN SUPEREGO KALIAN mengalahkan NALAR DAN HATINURANI yang bersumber dari DIENULLAH yakni AL-ISLAM.

Berkas Formulir C1 PKS Bima Dirampok


Istimewa
Pelaku memecahkan kaca mobil
Pelaku memecahkan kaca mobil
REPUBLIKA.CO.ID, BIMA -- Pelaksanaan pesta demokrasi di Bima tercoreng. Seperti yang dialami tim lapangan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bima provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Mobil operasional saksi dari PKS yang membawa formulir C1 dari berbagai TPS di Kabupaten Bima Propinsi NTB dihadang sekelompok orang bersenjata tajam berjenis parang, Kamis (10/4) sore. 

Tak Ada TPS Keliling, Pasien di RS Indramayu Golput

Wednesday, 09 April 2014, 21:39 WIB
Antara//Rudi Mulya
Pengendara melintas di depan atribut sosialisasi ajakan untuk tidak Golput yang dipasang di jalan raya kawasan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (7/4).
REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Ratusan pasien rawat inap di RSUD Indramayu terpaksa tidak dapat menyalurkan hak suaranya dalam pemilu legislatif, Rabu (9/4). Pasalnya, tidak ada panitia pemungutan suara (PPS) keliling yang mendatangi mereka di rumah sakit.

Rabu, 25 Juni 2014

Mantan Sekda Solo: Kesederhanaan Jokowi Hanya Pencitraan Belaka

UPDATED: Minggu, 22 Juni 2014 - 19:42:01 WIB | Powered by: 

© net
Capres Joko Widodo

HARIANJAMBI.COM, SOLO - Penampilan capres Joko Widodo (Jokowi) yang terkesan sederhana dan merakyat, dengan baju putih atau kotak-kotak, celana hitam serta sepatu ket dinilai hanya sebuah pencitraan belaka. Tujuannya adalah merebut simpati atau hati rakyat, agar citranya naik.
Supradi Kertamenawi, mantan Sekda Kota Solo era Jokowi ini bahkan terang-terangan menyebut, penampilan mantan bosnya tersebut hanyalah sebuah pencitraan belaka. Pasalnya dulu sewaktu di Solo, Jokowi tak pernah mengenakan pakaian seperti itu.
"Dulu waktu menjadi wali kota apa pernah pakai pakaian seperti itu. Pakainya ya jas dan dasi, selalu jas dan dasi setiap hari. Sekarang kan nyatanya seperti itu. Kalau yang ngerti, ya, Jokowi nyatane mung (ternyata hanya) bohong," ujar Supradi kepada merdeka.com, Minggu 22 Juni 2014.
Supradi mengaku tak pernah mempunyai permasalahan pribadi dengan mantan bosnya tersebut. Namun dirinya justru ingin meluruskan, ingin memberitahu kepada masyarakat yang akan memilih calon pemimpin nanti. Jangan sampai, masyarakat salah saat memilih calon presiden karena jika salah, tentu masyarakat yang akan dirugikan.
Mengenai banyaknya proyek yang mangkrak dan tak terurus, seperti citywalk, terminal, pasar tradisional, pembangunan taman Supradi menilai hal tersebut sebagai kegagalan program.
"Kalau saya disuruh menilai, dikira pendapat saya nanti subyektif. Silakan njenengan (anda) lihat sendiri, silakan njenengan saksikan sendiri, kondisi terminal seperti apa, taman Sekartaji seperti apa, pasar banyak yang kosong, railbus seperti apa? Kalau masyarakat masih ragu, karyawan-karyawati di balai kota Solo saya pikir banyak yang tahu seperti apa," pungkasnya. (*)

Seorang Terduga Teroris Diamankan Densus 88 di Cipayung

Selasa, 24 Juni 2014 21:37 WIB

Seorang Terduga Teroris Diamankan Densus 88 di Cipayung
Kompas.com
Rikwanto 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang terduga teroris diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri sekitar pukul 17.45 WIB di Jalan Dalang RT 11 RW 05, Miunjul, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (24/6/2014).

"Telah berlangsung penangkapan seseorang yang diduga teroris di rumahnya atas nama Akbar alias Muri alias Donal," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan.

Pria berusia 28 tahun tersebut diamankan anggota Densus 88 Antiteror Polri dikediamannya.

Adapun beberapa barang bukti yang diamankan diantara selongsong senapan yang sdh dirakit menjadi munisi, dua buah laptop, pipa paralon yang sudah dirakit, buku ajaran jihad dan Tasaud, serta senapan angin.

"Selanjutnya pelaku yang diduga teroris beserta barang bukti diamankan ke kantor Densus 88 Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hasanudin Aco

Selasa, 17 Juni 2014

Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia

Penulis : Hendrajit


Bagaimana memaknai kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Indonesia minggu pertama September mendatang? Tentunya sudah bisa ditebak, yaitu untuk menjalin suatu kerjasama strategis Indonesia-Rusia di segala bidang sebagaimana pernah dilakukan semasa pemerintahan Presiden Sukarno dan pimpinan tertinggi Uni Soviet (sekarang Rusia) Nikita Khrushchev di era 1950-an dan 1960-an.

Ketika itu, hubungan bilateral Indonesia dan Soviet tidak saja berlangsung di bidang kerjasama politik dan militer, tapi juga meluas di bidang kebudayaan dan IPTEK(Ilmu Pengetahuan-Teknologi). Dan yang luar biasa dari eratnya hubungan Indonesia-Rusia semasa pemerintahan Presiden pertama Indonesia tersebut, kedekatan dan persahabatan Indonesia-Rusia sama sekali tidak diikat oleh kesamaan ideologi antar kedua negara.

Seperti kita ketahui, waktu itu Amerika Serikat dari kubu kapitalisme liberal sedang terlibat perang dingin dengan Uni Soviet dari kubu Komunisme. Namun berkat paradigma Politik Luar Negeri bebas dan aktif yang dianut Indonesia sejak 1948, Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Sukarno berhasil menjalin persahabatan dan kerjasama strategis dengan negara-negara berpaham komunis seperti Soviet dan bahkan Republik Rakyat Cina.

Di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, Indonesia mempunyai momentum yang cukup bagus untuk menjalin kembali kerjasama strategis dengan Rusia yang dulunya lebih dikenal dengan nama Uni Soviet.

Mengapa penting bagi Indonesia? Saat ini politik luar negeri Indonesia sangatlah penting untuk memperluas mitra strategisnya di seluruh dunia. Dan salah satu yang menarik dari segi ini adalah Rusia. Karena negara beruang merah ini punya potensi besar. Di antaranya, tentu saja di bidang kerjasama militer dan keamanan. Dengan kata lain, kerjasama strategis Indonesia-Rusia di bidang militer dan keamanan bisa menjadi “pintu pembuka” untuk terjalinya suatu kemitraan strategis di bidang-bidang lain di luar bidang politik dan militer. Seperti Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Menurut sebuah sumber dari Departemen Luar Negeri, dalam kunjungan Presiden Putin ke Jakarta September mendatang, Rusia akan menawarkan penjualan pesawat tempurnya yang dianggap merupakan produk militer Rusia yang terbaru dan efektif. Dan dengan harga yang layak dan jauh lebih murah dibandingkan dengan produk-produk persenjataan yang berasal dari negara-negara Eropa Barat dan Amerika.
Bahkan menurut sumber-sumber yang bergerak dalam bisnis peralatan militer kepada penulis, meski harganya jauh lebih murah, peralatan militer produk Rusia mutu dan kualitasnya tidak kalah dibandingkan produk peralatan militer Eropa Barat dan Amerika. Bahkan dalam beberapa produk tertentu, negara-negara barat mutunya lebih rendah dan buruk.

Dan yang lebih menarik lagi, dalam menjual peralatan militernya ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia, Rusia sama sekali tidak mengaitkannya dengan kepentingan-kepentingan atau agenda politik yang tidak ada hubungannya dengan masalah bisnis dan perdagangan. Dan ini tentunya berbeda 180 derajat dibandingkan Amerika Serikat yang pada era pemerintahan Presiden Bill Clinton, misalnya, selalu mengaitkan penjualan peralatan militernya ke negara berkembang, termasuk Indonesia, dengan komitmen untuk menegakkan demokratisasi politik dan hak-hak asasi manusia.

Alhasil, seperti kita lihat dalam kasus Indonesia, Amerika sempat memberlakukan embargo penjualan senjata kepada Indonesia akibat tertembaknya beberapa aktivis pro kemerdekaan Timor Timor di Santa Cruz pada 1991 lalu. Bahkan akibat dari insiden Santa Cruz tersebut, Amerika juga memberhentikan pengirimian personil TNI dalam program pelatihan militer di Amerika Serikat melalui Program IMET.

Begitulah sisi menjanjikan dari kerjasama militer dan pertahanan Rusia-Indonesia. Dalam menjual peralatan militernya, Rusia tidak memberlakukan syarat-syarat politik yang tidak berkaitan dengan masalah-masalah bisnis dan perdagangan.

Sisi lain yang menarik dari kunjungan Putin ke Jakarta awal September mendatang, adalah di bidang kerjasama ruang angkasa. Dan untuk bidang yang satu ini, Rusia sejak masih Uni Soviet, memang termasuk negara unggulan. Buktinya, pada 1961 Rusia sudah dikenal sebagai salah satu negara yang cukup maju dalam bidang itu. Pernah dengar nama Yuriy Gagarin? Dialah manusia pertama yang menginjak bulan di ruang angkasa.

Maka menurut sumber di lingkar dalam pemerintahan Yudhoyono, dalam kunjungan Putin nanti, akan mengusulkan sebuah kerjasama strategis di bidang ruang angkasa kepada Indonesia. Untuk kongkritnya, Rusia akan memberi bantuan yang semaksimal mungkin agar para angkasawan Indonesia bisa menginjak bulan di ruang angkasa. Kalau informasi ini benar, dan rencana strategis ini bisa terlaksana dengan lancar sesuai skenario, maka tak pelak lagi reputasi Indonesi di dunia internasional akan semakin meningkat. Dan yang lebih penting dan strategis lagi, ini sangat strategis bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi Indonesia. Sehingga, Indonesia dan Rusia akan memasuki sebuah era baru dari kerjasama strategis yang mungkin akan jauh lebih kualitatif dibandingkan dengan kerjasama Indonesia-Soviet semasa pemerintahan Sukarno dan Nikita Krushchev di era 1950-60-an.

Kerjasama di Bidang Penanggulangan Bencana 

Salah satu ancaman yang berbahaya untuk abad 21 adalah Bencana Alam seperti gempa bumi, Tsunami, kebakaran hutan, banjir dan sebagainya. Akibat dari itu, ratusan ribu jiwa tewas secara mengenaskan.  Juta orang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Kerugian keuangan negara mencapai miliaran dollar Amerika.

Dalam konteks tersebut, pemerintah di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia, harus memiliki strategi dan peralatan yang cukup canggih, untuk melakukan pencegahan sedini mungkin dan mengantisipasi terjadinya bencana. Betapa tidak. Dalam bencana Tsunami yang melanda Aceh pada 2005 lalu, 300 ribu orang lebuh tewas. Kejadian dalam skala yang tidak jauh berbeda juga terjadi di Pulau Nias.

Kebakaran hutan juga melanda Kalimantan dan Sumatera Utara, sehingga mengundang kecaman dari Malaysia dan Singapore.

Rentetan bencana alam dan ketidakmampuan pemerintah Indonesia dalam pencegahan dini dan penanggulangan pasca bencana, sudah selayaknua jika Indonesia bertekad untuk tidak membuat atau mengulang kesalahan serupa di masa depan.

Untuk itu, belajar dan menyerap ilmu-teknologi dari negara-negara lain, tentunya merupakan opsi yang cukup strategis untuk diterapkan Indonesia. Nah, dalam soal ini, lagi-lagi Rusia dikenal memiliki reputasi sebagai negara yang cukup efektif dalam membangun sistem penanggulangan bencana. Dalam membantu Indonesia dalam menanggulangi situasi pasca bencana, Rusia sudah membuktikannya secara nyata.

Berkat bantuan pesawat Amphibi Be-200(Multipurpose Amphibious Jet) dalam kebakaran hutan di Kalimantan tahun lalu, ternyata Rusia tidak saja berhasil membantu penanggulangan pascabencana kebakaran hutan, bahkan ratusan ribu warga Indonesia berhasil diselamatkan hidupnya.

Sumber departemen luar negeri mengatakan kepada penulis, bahwa fakta ini menurut rencana akan menjadi pertimbangan penting untuk tawaran bantuan Rusia di bidang teknologi kepada Indonesia. Salah satu pertimbangannya adalah, bahwa dengan belajar dari pengalaman Rusia membantu Indonesia dalam kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera Utara tahun lalu, pihak Kementerian Negara Riset dan Teknologi berpandangan bahwa jika Indonesia memiliki Multipurpose Amphibious Jet ala Be-200, maka jumlah korban akibat kebakaran hutan maupun bencana alam lainnya yang memerlukan evakuasi korban secepatnya, bisa dikurangi seminimal mungkin. Sekaligus menghindari kecaman keras dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapore.

Singkat cerita, dalam situasi saat ini yang mana Indonesia terkesan semakin mendekat ke dalam pengaruh orbit Amerika Serikat, berbagai peluang kerjasama militer dan teknologi seperti tersebut di atas, kiranya perlu disambut dengan gembira. Sehingga kunjungan Putin ke Jakarta, bisa dibaca secara strategis sebagai kekuatan penyeimbang yang cukup signifikan tidak saja bagi Indonesia, tapi juga bagi kawasan Asia Tenggara yang belakangan ini menjadi target militer Amerika untuk dijadikan sekutu militer melalui suatu pakta pertahanan(untuk soal ini, bisa dibaca artikel penulis mengenai ADF di situs ini juga).

Beberapa pejabat senior kedua negara, menurut sumber penulis di Departemen Luar Negeri, kabarnya akan membahas kerjasama di bidang penanggulangan bencana. Bahkan bisa jadi, akan segera diadakan penandatanganan perjanjian kerjasama di antara kedua negara. 

Bahkan informasi lain yang tak kalah penting, juga akan dibahas mengenai forum bantuan Rusia dalam penanggulangan bencana alam, sehingga ketika Indonesia memerlukan bantuan Rusia, sudah akan tersedia suatu mekanisme yang memudahkan terjalinnya kerjasama dan bantuan dari Rusia. Begitu pula sebaliknya, jika negara-negara lain memerlukan bantuan Indonesia di bidang penanggulangan bencana. Sebab siapa tahu dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia sudah mampu menguasai ilmu Pengetahuan dan teknologi dalam penanggulangan bencana.

Kerjasama Bidang Energi

Aspek strategis lain yang kiranya akan menjadi pembahasan penting dalam kunjungan Putin ke Jakarta adalah di bidang energi. Kita tahu, Indonesia adalah negara eskportir gas, dan hingga kini masih tercatat sebagai salah satu eksportir gas terbesar di Asia Pasifik.  Maka dari itu, penting sekali bagi Rusia untuk menjalin koordinasi dengan Indoensia di bidang ini.

Dalam pada itu, kerjasama Indonesia-Rusia di bidang energi ini, pada perkembangannnya bisa menjadi “pintu masuk” untuk kerjasama strategis Indonesia-Rusia membendung pengaruh Amerika dan Eropa Barat di Asia Pasifik, atau setidaknya di kawasan Asia Tenggara.

Sebab di kawasan Asia Tengah, Amerika dan Rusia sebenarnya sudah sejak akhir 1990-an bertarung dan berkompetisi dalam perebutan sumberdaya minyak di kawasan tersebut. Simak saja studi yang dilakukan oleh mantan penasehat Presiden Jimmy Carter Zbigniew Brzezinski atas sponsor dari Council of Foreign Relations (CFR) pada 1997.

Studi Brzezinski secara eksplisit menyebut Rusia dan Cina sebagai ancaman kepentingan Amerika di kawasan perbatasan Asia Tengah. Sehingga studi CFR merekomendasikan para perancang kebijakan dan strategi di Washington untuk mengelola dan memanipulasi beberapa negara kecil yang berada di kawasan tersebut seperti Ukraina, Azerbaijan, Kazakhstan, dan Iran, sebagai kekuatan tandingan yang pro Amerika untuk membendung pengaruh dan gerakan Rusisa dan Cina dalam menguasai sumber-sumberdaya minyak, gas dan mineral di kawasan Asia Tengah.

Dengan fakta-fakta seperti ini, situasi serupa bisa saja terjadi di kawasan Asia Tenggara. Dalam arti bahwa Amerika pun memandang manuver Cina dan Rusia di kawasan Asia Tenggara sebagai ancaman dan penghalang dalam upaya Amerika mengontrol akses sumberdaya minya, gas dan mineral di Asia Tenggara, khususnya ASEAN.

Inilah sisi strategis kerjasama Indonesia-Rusia di bidang energi. Kerjasama dan koordinasi antara Rusia dan Indonesia yang tidak saja sebatas dalam bidang gas, tapi juga dalam bidang minyak dan mineral, pada perkembangannya akan menjadi bibit-bibit kemitraan dan persahabatan antara kedua negara di semua bidang.

Politik

Dari semua kemungkinan kerjasama tersebut di atas, kerjasama di bidang politik lah sumbu dan sumber dari segalanya. Betapa tidak. Disamping hubungan kedua negara sangat dekat, kepentingan Indonesia dan Rusia di forum internasional pun boleh dikatakan sejalan. Opini kedua negara mengenai masalah internasional yang utama yaitu dalam penanggulangan terorirsme, separatisme, dan ekstrimisme, juga sejalan dan sehaluan.

Normalisasi situasi di Korea Utara, Afghanistan, Irak, Israel-Palestina, sikap kedua negara juga sama. Berarti, melalui momentum kunjungan Putin ke Jakarta, Indoneia dan Rusia tidak bisa lain harus semakin meningkatkan kerjasama bilateralnya di bidang politik secara lebih baik dan produktif. Bahkan kerjasama politik Indonesia-Rusia secara multilateral pun juga harus semakin ditingkatkan. Seperti di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) yang mana kerjama antara Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan dan Rusia sebagai anggota tetap, harus semakin solid dan kompak, karena keduanya merupakan kekuatan penting. Sehingga dalam masalah reformasi PBB, misalnya, Amerika dan negara-negara Eropa Barat tidak bisa begitu saja menganggap enteng Indonesia dan Rusia, yang tentunya juga cenderung sejalan dengan Republik Rakyat Cina.

Jelasnya, kunjungan Putin sebagaimana juga halnya dengan kunjungan SBY ke Moskow Desember tahun lalu, akan memperlihatkan potensi kerjasma strategis kedua negara. Terbukti bahwa dalam kunjungan SBY ke Moskow tahun lalu, telah berhasil ditandatangani 10 perjanjian dalam berbagai macam bidang, mulai dari kerjasama keamanan sampai ke bidang ekonomi dan pariwisata.

Karena itu, beberapa kalangan di departemen luar negeri maupun departemen pertahanan, telah mengisyaratkan kepada penulis bahwa dalam kunjungan Putin ke Jakarta September mendatang, diharapkan hasilnya akan jauh lebih besar atau minimal sama besarnya dengan kunjunan SBY ke Moskow.

Kembali ke hubungan Rusia-Indonesia sebelum 1965, banyak kalangan pengamat yang menilai hubugan kedua negara bukan sebagai mitra, namun hanya sekadar sahabat. Pada zaman Orde Baru di era Suharto, hubungan kedua negara bukan sahabat tapi sekadar mitra. Banyak kalangan yang berharap, baik dari lingkar dalam pemerintahan SBY maupun kalangan swasta, hubungan Indonesia-Rusia kini dan mendatang akan menjadi mitra sekaligus sahabat. Sehingga sesuai peribahasa orang-orang tua kita dahulu, “Jauh di mata tapi dekat di hati.”

Presiden Baru Harus Bisa Atasi Benturan Kepentingan di balik Divestasi Newmont Nusa Tenggara


Penulis : Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI)

Sisi lain yang tak kalah menarik terkait dikeluarkannya PP No 01/2014 sebagai tindak-lanjut dilaksanakannya UU No 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, adalah soal urgensi untuk melakukan negosiasi ulang dengan beberapa korporasi asing yang bergerak di sektor mineral dan batubara.

Menurut Marwan Batubara dalam artikelnya yang menarik bertajuk Menggapai Kedaulatan Sektor Migas , Pada sektor minerba, langkah realistis yang dapat dilakukan adalah menuntaskan proses negosiasi ulang dalam waktu singkat. Perbaikan akan diperoleh jika pemerintah berhasil mengubah kontrak karya (KK) tambang mineral dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) konsisten dan sesuai perintah UU No 4/2009 dan PP 45/2003.
Karena itu, presiden terpilih Indonesia periode 2014-2019 harus mengambil kebijakan yang cerdas, berani, cepat, dan tepat. Pemerintah tidak boleh takut merenegosiasi kontrak karya pertambangan yang merugikan negara. Renegosiasi kontrak karya jangan sampai bertabrakan dengan kepentingan nasional. Pemerintah perlu memperhatikan suara-suara yang menginginkan pemerintah mampu menjaga kedaulatan negara.
Seraya pada saat yang sama, pemerintah baru nanti juga harus menjunjung tinggi isi kontrak. Sehingga Indonesia tidak akan lagi dipandang  sebagai bangsa yang tidak menghargai kontrak dan mengabaikan international best practice atau kelaziman yang berlaku secara internasional. Dalam renegosiasi, Kementerian Energi dan Sumberdaya Manusia tentu tak boleh mengabaikan isi kontrak dan undang-undang yang berlaku.
Undang-Undang (UU) Nomor 4/ 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) telah mengamanatkan bahwa semua kontrak karya pertambangan harus disesuaikan dengan undang-undang tersebut. Bahkan, undang-undang itu menyebutkan, penyesuaian kontrak harus dilakukan dalam tempo satu tahun sejak UU No 4/2009 diundangkan. Meskipun pada kenyataan PP O1/2014 sebagai tindak-lanjut pelaksanaan UU Minerba No 4/2009 baru dikeluarkan 5 tahun sejak diberlakukannya undang-undang pertambangan mineral dan batubara tersebut.
UU Minerba adalah manifestasi suara rakyat Indonesia. Dengan demikian, semua perusahaan pertambangan harus tunduk kepada undang-undang ini. Artinya, setiap kontrak karya bertambangan harus mengacu kepada undang-undang.
Menurut berbagai bahan pustaka yang berhasil dihimpun oleh tim riset Global Future Institute, saat ini, ada sekitar 113 kontrak pertambangan yang akan renegosiasi, yakni 37 kontrak karya di sektor pertambangan logammineral dan 76 perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B).
Hingga kini, setidaknya terdapat 11 perusahaan yang sudah menyetujui seluruh klausul renegosiasi yang diusulkan pemerintah. Selain itu, 19 perusahaan hanya menyetujui sebagian klausul. Namun, lima perusahaan menolak untuk merenegosiasi kontrak. Kelima perusahaan itu adalah PT Freepot Indonesia, PT Irja Eastern Minerals, PT Nabire Bakti Mining, PT Pasik Masao, dan PT Pasifik Masao.
Dari sekitar 16 isu yang direnegosiasi, terdapat enam isu strategis, yaitu luas wilayah kerja, perpanjangan kontrak, penerimaan negara, kewajiban divestasi, kewajiban pengolahan dan pemurnian, serta kewajiban penggunaan barang dan jasa dalam negeri. 
Dari sejumlah isu itu, suara yang dominan adalah desakan kepada pemerintah untuk memperbesar penerimaan negara dari sumber daya alam. Pemerintah tak boleh gamang untuk merenegosiasi kontrak pertambangan. Selain meningkatkan penerimaan negara, renegosiasi kontrak merupakan salah satu upaya mengembalikan kedaulatan negara atas kekayaan sumber daya alam Indonesia.

Bagaimana Dengan Newmont Nusatenggara?
Salah satu isu krusial yang harus dihadapi oleh pemerintahan baru Indonesia pasca Pemilu Presiden Juli mendatang adalah menyikapi soal divestasi perusahaan tambang emas Newmont Nusa Tenggara (NNT) . Berdasarkan Kontrak Karya yang ditandatangani pada 2 Desember 1986, NNT berkewajiban untuk mendevestasikan sahamnya sebesar 51 persen secara bertahap kepada pihak Indonesia (Pemerintah dan perusahaan swasta nasional), sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Proses divestasi akan berlangsung selama 5 tahun, dimulai dari akhir tahun keempat awal operasi tambang. Sedangkan Tambang NNT sendiri mulai berproduksi pada 2002, dan dengan demikian proses divestasi akan berlangsung setiap tahun, mulai 2006 hingga 2011.
Namun pada pelaksanaannya berjalan ruwet dan macet, akibat adanya tarik-menarik kepentingan, baik oleh pemerintah daerah-pemerintah daerah terkait, maupun NNT sendiri, sehingga proses tidak dapat berlangsung sesuai jadwal yang tercantum dalam Kontrak Karya.
Sekadar kilas balik. Ketika mulai didirikan, pemegang saham NNT adalah Newmont Indonesia Limited, Nusatenggara Mining Corporatio n(NTMC/Sumitomo, Jepang), dan Fukuako Indah, perusahaan milik Yusuf Merukh, sebagai pihak Indonesia. Masing-masing dengan kepemilikan saham 45 persen, 35 persen dan 20 persen.  
Berdasarkan peta kepemilikan Newmont Nusa Tenggara tersebut, saham yang harus divestasi oleh NNT adalah 31 persen, dan itu berasal dari saham milik Newmont dan Sumitomo.
Yang tak kalah penting, Kontrak Karya Tambang emas Batu Hijau di Sumbawa-NTB, juga mencantumkan ketentuan tentang pihak-pihak Indonesia yang berhak untuk membeli saham Newmont dan Sumitomo.
Namun pihak NNT tidak mau melaksanakan kewajiban divestasi tersebut hingga tenggat waktu yang ditentukan. Yaitu 3 Maret 2007. Oleh sebab itu, Global Future Institute menyerukan kepada pemerintahan baru periode 2014-2019, agar mengagendakan penyelesaian kasus NNT dengan berpegang teguh pada pasal 33 UUD 1945, termasuk ketentuan-ketentuan hukum di bawahnya seperti UU No 4/2009 dan PP No 01/2014. Sehingga kebijakan pemerintah baru dalam pengelolaan sumberdaya alam bertumpu pada kedaulatan nasional, kemandirian bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Nampaknya pihak korporasi asing sejatinya menolak untuk menjual sahamnya kepada Indonesia karena menyadari betapa besarnya kandungan kekayaan alam yang berada dalam penguasaan NNT. Betapa tidak. Tambang Batu Hijau yang terletak di wilayah Kabupaten Sumbawa Nusatenggara Barat, memiliki luas area 87,540 hektar area. Adapun luas lahan operasinya 6,437 hektar dan luas daeerah eksplorasi 1600 hektar.
Potensi tambang ini diketemukan pertamakali pada 1990. Daerah tambang Batu Hijau memiliki 3 jenis cadangan mineral yaitu emas dan perak. Potensi kandungan wilayah tambang adalah 11,2 miliar pound tembaga, 14,7 juta ounce emas dan 27,6 juta ounce perak.
Sedangkan potensi pendapatan dari tambang Batu Hijau berdasarkan harga rata-rata mineral yang berlaku selama 3 bulan (Juni-Agustus 2009) di London Metal Exchange dan LME/LBMA, harga rata-rata tersebut adalah: Tembaga US$ 2 per pound, perak US$ 13,11 per ounce, dan emas US$ 950 per ounce. Asumsi nilai tukar dolar 12 ribu rupiah saat ini. Namun katakanlah dengan asumsi nilai tukar ketika masih kisaran 10 ribu rupiah pada 2011-2012, dari sektor ini saja pemerintah Indonesia bisa mendapat kurang lebih sebesar 375 triliun rupiah.
Tapi, mengapa proses pembelian saham ini masih berlarut-larut hingga kini? Nampaknya, akar soalnya adalah lemahnya kepribadian Presiden SBY dalam memberi arah kebijakan strategis dalam soal divestasi ini. Sikap presiden yang tidak tegas ketika terjadi perbenturan kepentingan tentang siapa yang lebih berhak melakukan divestasi, apakah pemerintah pusat, BUMN, pemerintah daerah, ataukah pihak swasta nasional, telah menyebabkan manajemen pemerintah dalam pengelolaan sumberdaya alam sektor pertambangan mineral dan batubara ini jadi kacau balau.
Lebih krusial lagi ketika Menteri Keuangan Chatib Basri dan Menteri Koordinator Perekonomian Nasional Hatta Rajasa pun berbeda pendapat yang tentunya membawa implikasi tetap terciptanya ketidakpastian terhadap kelangsungan usaha NNT. Hatta Rajassa berkeberatan jika  divestasi 7 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara langsung diambil alih oleh Badan Usaha Milik Negara. Hatta lebih suka jika divestasi itu harus diserahkan ke pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat.
Sebaliknya Chatib Basri selaku Menteri Keuangan menegaskan rencana pemerintah pusat membeli 7 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara. Hal itulah yang melatarbelakangi perpanjangan Sales and Purchase Agreement (SPA) antara Newmont dan pemerintah selama enam bulan.
Di sinilah pentingnya kekuatan kepribadian Presiden baru Indonesia 2014-2019 mampu memberi arah kebijakan strategis terkait tata kelola sektor pertambangan mineral dan batubara yang merujuk pada UU No 4/2014 tersebut. Jika tidak, maka isu divestasi NNT akan dikendalikan dan diatur oleh kepentingan-kepentingan bisnis beberapa pengusaha yang kebetulan bermain di sektor mineral dan batubara seperti Aburizal Bakrie yang saat ini menjabat Ketua Umum Partai Golkar dan tergabung dalam koalisi merah putih bersama calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Alotnya mencapai kesepakatan untuk melakukan divestasi terhadap Newmont nampaknya terhambat oleh keinginan kuat dari Bakrie untuk memiliki saham NNT yang akan didivestasi tersebut. Sehingga faksi Bakrie di dalam tubuh pemerintahan SBY maupun di DPR berkeberatan jika divestasi NNT dikuasai pemerintah pusat.
Seperti kita ketahui, PT Multi Capital, merupakan anak perusahaan PT Bumi Resources Mineral Tbk milik group Bakrie yang menginginkan sisa saham divestasi tersebut. Dengan menggandeng PT Daerah Maju Bersaing, sebuah konsorsium milik tiga pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat.
Global Future Institute berharap, semoga kekuatan kepribadian presiden terpilih 2014-2019 bisa mengelola benturan kepentingan antar pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BUMN melalui skema ekonomi nasional yang strategis demi kesejahteraan rakyat, kemandirian bangsa dan kedaulatan nasional.

Pertarungan Hidup Mati

SAKSI KUNCI PELANGGARAN HAM

Prabowo dalam wawancara dengan TELEVISI BBC

Copyright @ 2013 KABAR INDONESIA. Designed by Templateism